Minggu, 31 Oktober 2010

Blok ARP spoofing (netcut) dengan menggunakan ARPON

Mungkin tools ini udh bnyk yg tau..
Yah gak apa-apa deh…
tapi tools ini cuma mampu berjalan di Mac OS X,FreeBSD,NetBSD,OpenBSD dan Linux..
OS WEDUS blm ada deh kyknya..

ArpON mengklaim dirinya bisa melakukan blok terhadap usaha ARP spoofing. Beberapa fitur ArpOn sesuai halaman dokumentasinya adalah:

* It manages every aspect of the ARP protocol
* It detects and blocks ARP Poisoning/Spoofing attacks in statically configured networks
* It detects and blocks ARP Poisoning/Spoofing attacks in dinamically configured (DHCP) networks
* It detects and blocks unidirectional and bidirectional attacks

langsung aja Install buat kalian yg menggunakan UBUNTU atai OS LINUX lainnya…
untuk linux ubuntu 9.10. Tools ini dapat di download disini.

langkah installasinya sebagai berikut.

$ sudo apt-get install arpon

running

$ sudo arpon -y

Adapun konfigurasi di linux ubuntu adalah sebagai berikut :

root@laptop-basri:/home/basri# nano /etc/default/arpon

# Defaults for arpon initscript
# sourced by /etc/init.d/arpon
# installed at /etc/default/arpon by the maintainer scripts

# You must choose between static ARP inspection (SARPI) and
# dynamic ARP inspection (DARPI)
#
# For SARPI uncomment the following line
DAEMON_OPTS=”-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -s”

# For DARPI uncomment the following line
# DAEMON_OPTS=”-d -f /var/log/arpon/arpon.log -g -y”

# Modify to RUN=”yes” when you are ready
RUN=”yes”

Tools ini sangat ampuh mengatasi serangan arp poisoning semacam netcut,etc..
smoga tutor ini bermanfaat…

Super Proxy (Ubuntu + Lusca Head Proxy )+Mikrotik

Ubuntu + Lusca Head Proxy


Lusca Head Proxy merupakan pengembangan dari squid oleh developer squid Andrian cadd yg didekasikan terutama utk caching file2 dynamic (kayak youtube, google addssense, banner, iklan dll) file2 itu biasanya membuat penuh cache, tapi karena content dynamic oleh squid pasti akan dianggap miss dan akan mendownload lagi jadi bisa membuat posioning cache. Lusca sanggup mencache file2 tsb dan menjadi hit content.. banyaknya file dinamis ini tentu akan jauh menghemat bandwidth yg kita pakai.

1. Partisi HDD

Dari harddisk 80 Gb dibagi sebagai berikut:

/ 10 Gb ext4 System ( Flag Boot)
swap 1Gb swap Swap (catatan : besaran swap 1 x besaran fisik ram komputer)
/var 10Gb ext4 Variable
/squid-1 10 Gb ReiserFS
/squid-2 10 Gb ReiserFS
/squid-3 10 Gb ReiserFS
/home (sisanya) ext4

Catatan :
- Ip proxy 192.168.3.1
- Gatewai 192.168.3.254
- Ip mikrotik ke arah proxy 192.168.3.254/24


2. Insatall Paket

# sudo apt-get update
# sudo apt-get install squid
# sudo apt-get install squid squidclient squid-cgi
# sudo apt-get install gcc
# sudo apt-get install build-essential
# sudo apt-get install sharutils
# sudo apt-get install ccze

3. Mencari tahu info CPU Super Proxy

# Jalankan perintah berikut di terminal untuk melihat informasi CPU kamu

cat /proc/cpuinfo

# untuk pengguna AMD 64 bit bisa di lihat disini : http://en.gentoo-wiki.com/wiki/Safe_Cflags/AMD
# sedangkan pengguna Intel lihat di sini : http://en.gentoo-wiki.com/wiki/Safe_Cflags/Intel

Catat informasi CHOST dan CFLAGS nya (sesuai dengan informasi cpu kamu di ubuntu tadi), contoh saya menggunakan intel celeron M, maka saya memperoleh informasi CHOST dan CFLAGSnya

CHOST=”i686-pc-linux-gnu”
CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer”

4.Download dan Install Paket Lusca Head proxy dengan perintah ;

# 'wget http://lusca-cache.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14756.tar.gz' atau ambil update-nya di sini : http://code.google.com/p/lusca-cache/downloads/list

lalu ekstrak dan masuk ke foldernya

tar xvf LUSCA_HEAD-r14756.tar.gz
cd LUSCA_HEAD-r14756

ok sekarang dimulai tahap compile nya

CHOST=”i686-pc-linux-gnu” \
CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer” \
./configure –prefix=/usr –exec_prefix=/usr –bindir=/usr/sbin –sbindir=/usr/sbin –libexecdir=/usr/lib/squid –sysconfdir=/etc/squid \
–localstatedir=/var/spool/squid –datadir=/usr/share/squid –enable-async-io=24 –with-aufs-threads=24 –with-pthreads –enable-storeio=aufs \
–enable-linux-netfilter –enable-arp-acl –enable-epoll –enable-removal-policies=heap –with-aio –with-dl –enable-snmp \
–enable-delay-pools –enable-htcp –enable-cache-digests –disable-unlinkd –enable-large-cache-files –with-large-files \
–enable-err-languages=English –enable-default-err-language=English –with-maxfd=65536

selanjutnya, ketik perintah berikut di terminal
# make
# sudo make install

5. Edit squid.conf dapat di dw di sini : http://www.ziddu.com/download/11492003/3FiLeS.rar.html

# stop dulu squidnya dg perintah : sudo /etc/init.d/squid stop (ubuntu 9.10) atau squid stop (ubuntu 10.04 Lts)

# kemudian copy file squid.conf, tunning-ubuntu.conf dan storeurl-ubuntu.pl yg di download tadi kedalam folder /etc/squid kemudian edit squid.conf nya sesuai dg dir-cache dan ip network kamu

6. Langkah selanjutnya

# Memberikan permission pada folder cache

chown -R proxy.proxy /squid-1
chown -R proxy.proxy /squid-2
chown -R proxy.proxy /squid-3
chmod 755 /etc/squid/storeurl-ubuntu.pl
chown -R proxy.proxy /etc/squid/storeurl-ubuntu.pl
chown -R proxy.proxy /etc/squid/tunning-ubuntu.conf

# Membuat folder-folder swap/cache di dalam folder cache yang telah ditentukan dg perintah :

squid -f /etc/squid/squid.conf -z

# Restart squid

sudo /etc/init.d/squid restart (ubuntu 9.10) atau squid restart (ubuntu 10.04)

Reboot CPU nya...
Sisi Mikrotik-nya :
SET ip address=192.168.3.254/24 interface=squid
/ip firewall nat
add action=dst-nat chain=dstnat comment="transparent proxy" disabled=no \
dst-port=80,8080,3128 protocol=tcp src-address=!192.168.3.1 \
to-addresses=192.168.3.1 to-ports=3128

dari hasil googling, :)

Super Proxy (Ubuntu + Lusca Head Proxy )+Mikrotik

Ubuntu + Lusca Head Proxy


Lusca Head Proxy merupakan pengembangan dari squid oleh developer squid Andrian cadd yg didekasikan terutama utk caching file2 dynamic (kayak youtube, google addssense, banner, iklan dll) file2 itu biasanya membuat penuh cache, tapi karena content dynamic oleh squid pasti akan dianggap miss dan akan mendownload lagi jadi bisa membuat posioning cache. Lusca sanggup mencache file2 tsb dan menjadi hit content.. banyaknya file dinamis ini tentu akan jauh menghemat bandwidth yg kita pakai.


1. Partisi HDD


Dari harddisk 80 Gb dibagi sebagai berikut:


/ 10 Gb ext4 System ( Flag Boot)

swap 1Gb swap Swap (catatan : besaran swap 1 x besaran fisik ram komputer)
/var 10Gb ext4 Variable
/squid-1 10 Gb ReiserFS
/squid-2 10 Gb ReiserFS
/squid-3 10 Gb ReiserFS
/home (sisanya) ext4

Catatan :

- Ip proxy 192.168.3.1
- Gatewai 192.168.3.254
- Ip mikrotik ke arah proxy 192.168.3.254/24



2. Insatall Paket


# sudo apt-get update

# sudo apt-get install squid
# sudo apt-get install squid squidclient squid-cgi
# sudo apt-get install gcc
# sudo apt-get install build-essential
# sudo apt-get install sharutils
# sudo apt-get install ccze

3. Mencari tahu info CPU Super Proxy


# Jalankan perintah berikut di terminal untuk melihat informasi CPU kamu


cat /proc/cpuinfo


# untuk pengguna AMD 64 bit bisa di lihat disini :
http://en.gentoo-wiki.com/wiki/Safe_Cflags/AMD
# sedangkan pengguna Intel lihat di sini : http://en.gentoo-wiki.com/wiki/Safe_Cflags/Intel

Catat informasi CHOST dan CFLAGS nya (sesuai dengan informasi cpu kamu di ubuntu tadi), contoh saya menggunakan intel celeron M, maka saya memperoleh informasi CHOST dan CFLAGSnya


CHOST=”i686-pc-linux-gnu”

CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer”

4.Download dan Install Paket Lusca Head proxy dengan perintah ;


# 'wget http://lusca-cache.googlecode.com/files/LUSCA_HEAD-r14756.tar.gz' atau ambil update-nya di sini :
http://code.google.com/p/lusca-cache/downloads/list

lalu ekstrak dan masuk ke foldernya


tar xvf LUSCA_HEAD-r14756.tar.gz

cd LUSCA_HEAD-r14756

ok sekarang dimulai tahap compile nya


CHOST=”i686-pc-linux-gnu” \

CFLAGS=”-march=pentium-m -O2 -pipe -fomit-frame-pointer” \
./configure –prefix=/usr –exec_prefix=/usr –bindir=/usr/sbin –sbindir=/usr/sbin –libexecdir=/usr/lib/squid –sysconfdir=/etc/squid \
–localstatedir=/var/spool/squid –datadir=/usr/share/squid –enable-async-io=24 –with-aufs-threads=24 –with-pthreads –enable-storeio=aufs \
–enable-linux-netfilter –enable-arp-acl –enable-epoll –enable-removal-policies=heap –with-aio –with-dl –enable-snmp \
–enable-delay-pools –enable-htcp –enable-cache-digests –disable-unlinkd –enable-large-cache-files –with-large-files \
–enable-err-languages=English –enable-default-err-language=English –with-maxfd=65536

selanjutnya, ketik perintah berikut di terminal

# make
# sudo make install

5. Edit squid.conf dapat di dw di sini
: http://www.ziddu.com/download/11492003/3FiLeS.rar.html

# stop dulu squidnya dg perintah : sudo /etc/init.d/squid stop (ubuntu 9.10) atau squid stop (ubuntu 10.04 Lts)


# kemudian copy file squid.conf, tunning-ubuntu.conf dan storeurl-ubuntu.pl yg di download tadi kedalam folder /etc/squid
kemudian edit squid.conf nya sesuai dg dir-cache dan ip network kamu

6. Langkah selanjutnya


# Memberikan permission pada folder cache


chown -R proxy.proxy /squid-1

chown -R proxy.proxy /squid-2
chown -R proxy.proxy /squid-3
chmod 755 /etc/squid/storeurl-ubuntu.pl
chown -R proxy.proxy /etc/squid/storeurl-ubuntu.pl
chown -R proxy.proxy /etc/squid/tunning-ubuntu.conf

# Membuat folder-folder swap/cache di dalam folder cache yang telah ditentukan dg perintah :


squid -f /etc/squid/squid.conf -z


# Restart squid


sudo /etc/init.d/squid restart (ubuntu 9.10) atau squid restart (ubuntu 10.04)


Reboot CPU nya...


Sisi Mikrotik-nya :
SET ip address=192.168.3.254/24 interface=squid
/ip firewall nat
add action=dst-nat chain=dstnat comment="transparent proxy" disabled=no \
dst-port=80,8080,3128 protocol=tcp src-address=!192.168.3.1 \
to-addresses=192.168.3.1 to-ports=3128

dari hasil googling, :)

Rabu, 13 Oktober 2010

Solusi Bandwidth Management

Solusi Bandwidth Management

Optimalisasi penggunaan bandwidth adalah salah satu kewajiban dari administrator jaringan di suatu institusi atau kantor. Penggunaan bandwidth haruslah diusahakan seoptimal mungkin, sehingga pemakaian internet oleh user dapat dikontrol dengan baik.


Bandwidth management dapat dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari squid dengan delay_poolsnya yang cukup efektif untuk membatasi akses melalui http (port 80) dan kemudian penggunaan HTB yang dapat digunakan untuk mengontrol traffic untuk semua port.

Squid, selain berfungsi untuk bandwidth manajemen memungkinkan penggunanya untuk menghemat bandwidth internet. Squid berfungsi sebagai proxy server, sehingga halaman/file yang sudah diakses oleh pengguna yang menggunakan proxy server yang sama akan disimpan di dalam memory/harddisk. Sehingga ketika pengguna lain ingin mengakses halaman website/file yang sama. Proxy server tinggal memberikan data yang ada di dalam cachenya, sehingga tidak menggunakan koneksi internet lagi. Hal ini menguntungkan kedua belah pihak, karena pengguna akan mendapatkan halaman/file yang diinginkan lebih cepat (karena menggunakan koneksi lokal) dan bandwidth internet secara keseluruhan akan dihemat karena proxy server tidak lagi mengunduh data yang diinginkan pengguna dari internet.

Permasalahan selanjutnya adalah apabila proxy server dan bandwidth manajemen (HTB)berada dalam satu server yang sama. HTB yang dijalankan dalam satu server dengan proxy akan membatasi semua jenis koneksi yang berasal dari server, tidak perduli apakah traffic itu berasal dari internet atau berasal dari cache proxy. Konfigurasi seperti ini tidak efisien, karena seharusnya pengguna dapat mengunduh data yang terdapat di cache proxy dengan kecepatan penuh. Tanpa dibatasi oleh HTB.

Contoh:

Apabila bandwidth yang tersedia sebesar 512kbps dan dibagi untuk 4 client, masing-masing 128kbps. (Pembatasan dilakukan dengan menggunakan HTB)

Maka bandwidth maksimum yang didapatkan oleh client (pengguna) adalah 128kbps, ketika koneksi penuh. Tidak perduli apakah data yang diakses itu sudah berada di cache proxy atau tidak.

Yang kita inginkan adalah apabila data yang ingin diakes sudah berada di cache proxy, maka client tersebut harus dapat mengunduhnya dengan kecepatan LAN biasa (100mbps).

Solusi:

Ada beberapa macam solusi yang saya temukan untuk permasalahan ini.

1. Menggunakan Mikrotik <--> Squid with Tproxy (2 Box)
2. Menggunakan Squid with ZPH <--> Mikrotik (2 Box)

3. Menggunakan Squid with ZPH+HTB (1 Box)

Dari berbagai solusi yang ada, akhirnya aku memutuskan untuk menggunakan pilihan yang ketiga. Tapi biar post ini gak terlalu panjang, jadi nanti aku post lagi khusus untuk konfigurasi Squid ZPH+HTB-Tools.

Forum linux.or.id lagi down sih, tadinya mau ikutan diskusi disana juga. Mau berbagi pengalaman juga ama yang lain. Siapa tau ada yang menghadapi masalah yang sama.

Squid ZPH HTB-Tools Ubuntu 8.04


Pada post sebelumnya saya mencoba untuk menjelaskan pilihan-pilihan yang ada untuk bandwidth manajemen dengan menggunakan squid. Kemudian saya memilih untuk menggunakan kombinasi antara Squid ZPH dan HTB-Tools.

Di bawah ini saya mencoba untuk menjelaskan bagaimana saya dapat menjalankan fungsi Squid ZPH di Ubuntu Server 8.04.

Kebutuhan instalasi:
  • HTB-Tools yang sudah berfungsi normal
  • Squid 2.6.x yang sudah di patch ZPH atau Squid 2.7.x
Sistem yang ditest berjalan dengan:
  • Ubuntu 8.04.1 Server
  • HTB-Tools 0.3.0a
  • Squid 2.7.STABLE 3

KONFIGURASI SQUID

Tambahkan baris berikut di squid.conf

zph_mode tos
zph_local 0x30
zph_parent 0
zph_option 136

Restart konfigurasi squid

# squid -k reconfigure

KONFIGURASI HTB-TOOLS

Pertama generate konfigurasi HTB dengan q_parser, dengan perintah:

# q_parser [interface yang digunakan] 10000 10000 [lokasi file/eth1-qos.cfg] > [direktori tujuan]/eth1-qos.sh

Contoh:

# q_parser eth1 10000 10000 /etc/htb/eth1-qos.cfg > /home/admin/eth1-qos.sh

Selanjutnya buka direktori tujuan:

# cd /home/admin

Selanjutnya buka file eth1-qos.sh

# vi eth1-qos.sh

Kemudian cari baris berikut:

$TC qdisc add dev $DEV parent 1:0x10 handle 0x10: pfifo limit 5

Tambahkan baris berikut di bawahnya:

$TC class add dev $DEV parent 1:1 classid 1:0x15 htb rate 10Mbit
$TC filter add dev $DEV parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip protocol 0x6 0xff match ip tos 0x30 0xff flowid 1:15

Sehingga menjadi:

$TC qdisc add dev $DEV parent 1:0x10 handle 0x10: pfifo limit 5
$TC class add dev $DEV parent 1:1 classid 1:0x15 htb rate 10Mbit
$TC filter add dev $DEV parent 1:0 protocol ip prio 1 u32 match ip protocol 0x6 0xff match ip tos 0x30 0xff flowid 1:15

Setelah menyimpan file eth1-qos.sh, selanjutnya buat file tersebut dapat dieksekusi oleh sistem:

# chmod +x eth1-qos.sh

Kemudian eksekusi file tersebut dengan perintah:

# ./eth1-qos.sh

Terimakasih untuk:


Membatasi voucher hotspot mikrotik berdasarkan waktu aktif


Ini dapet dari forum mikrotik indonesia:


Pertama tama pastikan userman anda sudah bekerja dengan baik. saya hanya sedikit memberikan contoh nilai voucher [misal: murah] Rp. 10.000,- dengan access internet selama 100 menit dan masa expirednya hingga 14 hari. saya pikir anda pasti sudah memahami besaran tersebut.

kedua: membuat expired time
- pada menu credits
- click add
- beri name=murah
- beri time=2w ini sama dengan 14 hari
- full price=10000
- tekan add untuk selesai.

ketiga: membuat user dengan nilai voucher murah dan berapa speed yang diberikan.
- pada menu users
- click add
- isikan username pada kotak user name
- isikan password pada kotak password
- isikan lama access pada kotak uptime-limit=1h40m
- isikan speed: bila diperlukan
- Rate limit RX=32000 TX=28000
- Burst Rate RX=44000 TX=44000 [bila perlu]
- Burst time RX=10 TX=10 [bila perlu]
- set priority [bila perlu]
- set dan arahkan murah pada kotak pemilih add time

cara diatas adalah user tersebut akan menggunakan access internet 100 menit atau 14 hari masa aktif terhitung sejak login pertama adapun speed yang dimiliki user tersebut pada 10 detik pertama akan menggunakan speed 44kbps downloading dan 44kbps uploading dan setelah sepuluh detik pertama tersebut speed tersebut akan menjadi 32kbps downloading dan 28kbps untuk uploading.

note:

4w2d=30 hari dan 1h40m=100 menit
tapi ingat usermanager tidak bisa set dengan satu bulan, tapi bisa set dengan berapa hari aktif time nya. ... itu semua terserah anda mau jualan dengan harga dan lama berapa...